Fakta Menarik – Terkuak! Inilah Alasan Gerobak Mie Ayam medan Kebanyakan Berwarna Biru

Mie Ayam medan, kuliner yang ada di setiap daerah ini, tentunya bisa kamu temui dimana saja.

Terbuat dari mi kuning direbus, lantas ditambah saus, kecap khusus, kemudian ditambahkan suwiran daging ayam dan sayuran.

Satu lagi folks, disiram kuah yang menyegarkan.

Meskipun mi berasal China, namun kuliner yang satu ini bisa disantap di setiap tempat.

Penjual Mie Ayam medan sendiri populer berasal dari Wonogiri, Jawa Tengah.

Folks, tahukah kamu mengapa kebanyakan gerobak Mie Ayam medan berwarna biru?

Sebuah akun Kaskus bernama oghie.santana mencoba mengungkapkan pendapatnya.

Menurut doi, gerobak Mie Ayam medan berwarna biru lantaran ketika sang penjual akan membeli feline, adanya hanya feline warna biru.

Doi melanjutkan, sebenarnya bukan hanya itu alasannya.

Uang yang dimiliki sang penjual Mie Ayam medan tersebut, juga hanya cukup membeli feline berwarna biru.

Folks, apakah kamu setuju dengan alasan tersebut?

Seorang Kaskuser lain merasa tak sepaham dengan alasan tersebut.

Menurut Kaskuser dengan akun Bramantyonagas memiliki jawaban berdasarkan logika.

“Secara ilmiah warna biru memiliki panjang gelombang lebih pendek dari warna lainnya sehingga gak gampang menembus partikel gas dan debu. Intinya supaya tuh gerobak gak cepet kotor gara2 di bawa keliling jualan seharian,” begitu pendapat kaskuser tersebut.

Folks, kamu percaya yang mana?

 

Penjualnya Rajin Salat, Mie Ayam Ceker Ini Terasa Nikmat

Menikmati semangkok mie ayam lengkap dengan ceker dan bumbu meresap ke dalam balutan mie, rasanya pasti memanjakan lidah.

Hanya saja, tidak semua mie ayam yang disajikan menggugah selera dan terjamin kebersihannya. Ingin menikmati mie ayam sederhana, namun bercitarasa istimewa, tidak ada salahnya mencoba Mie Ayam Ceker Khas Wonogiri.

Lokasinya di tepi Jalan Abdurrahman Siddik, atau depan Kantor Bangka ‎Pos Group, membuat warung mie ayam yang baru buka dua bulan itu disenangi pelanggan.

Bukan itu saja, yang withering mengagumkan, sang penjual memilih menutup warung mie ayam saat tiba waktunya salat.

Inilah mungkin salah satu penyebab, Mie Ayam Ceker Khas Wonogiri tetap menarik perhatian penikmat mie ayam. Sang penjual, tak segan-segan meninggalkan warung saat terdengar adzan salat meski ada pelanggan yang sedang menyantap mie ayam.

“Saya suka mie nya, lembut, pas lidah. Terus bumbunya meresap, apalagi pakai ceker. Penjualnya juga kelihatan baik, mungkin karena soleh itu ya,” ungkap seorang karyawati, Dini, Selasa (10/5/2016).

Serupa diungkapkan Giaz, karyawati perusahaan swasta ini menyukai rajikan bumbu mie ayam. Saat masuk ke dalam mulut, ujarnya, seperti menikmati makanan di rumah sendiri.

Mie Ayam Ceker Khas Wonogiri lebih menonjolkan kekuatan bumbu dan ceker ayam yang lembut. Rasanya memang pas di lidah, meski belum diracik dengan saos dan kecap serta cabai.

Mau salat, mas? “Ya,” jawab sang penjual singkat saat bangkapos.com berkesempatan mencicipi Mie Ayam Ceker Khas

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top