Tips menjadi guru les privat yang baik

Beberapa saran bimbingan utama saya, untuk menjadi guru les private yang baik.

1. Siswa Pertama

Selalu mengutamakan kepentingan terbaik siswa Anda. Pikirkanlah apa yang dia butuhkan, jangka panjang, dan temukan cara kreatif untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Bayangkan diri Anda berada di sepatunya.

2. Mengajar Belajar, Bukan Konten

Ingat ungkapan lama “ajari seorang pria untuk memancing …”? Revisi: ajari siswa bagaimana cara belajar, dan dia akan bisa mengajar dirinya sendiri untuk seumur hidup. Misalnya, jika seorang siswa mengatakan bahwa dia tidak dapat melakukan masalah dengan pembagian lama, mulailah dengan melatihnya untuk mengumpulkan informasi dari buku atau catatannya, lalu bantu dia menerapkan informasi ini pada masalahnya. Dia akan lebih sukses di lain waktu saat dia sendirian dengan pekerjaan rumah matematika.

baca juga : guru les private di bekasi yang baik untuk tingkatkan prestasi belajarĀ 

3. Jadikan Siswa Melakukan Pekerjaan

Anda tidak dapat melayani siswa dengan melakukan pekerjaannya untuknya. Ini adalah solusi jangka pendek untuk masalah jangka panjang. Minta siswa untuk menjelaskan masalahnya kepada Anda, kemudian teruskan pertanyaan. Contoh: Jika seorang siswa membutuhkan bantuan proofreading, pertama-tama ajukan strategi proofreading, kemudian membimbingnya untuk menerapkan strategi itu pada pekerjaannya sendiri.

Anjuran bimbingan mengajar ini sangat penting, karena jika Anda mengerjakan pekerjaan siswa Anda, sedikit pun, Anda mengirim isyarat bahwa dia tidak dapat melakukannya. Anda bisa melakukan lebih banyak ruginya daripada kebaikan.

4. Sesuaikan Pengajaran Anda

Keuntungan besar dari les pengajaran kelas adalah kemampuan Anda untuk membuat materi menarik dan relevan bagi siswa tertentu. Cari tahu apa minatnya dan kemudian gunakan untuk membentuk pelajaran Anda. Jika Anda memiliki seorang siswa yang menyukai permainan video dan gagal dalam bahasa Inggris, temukan cara untuk menghubungkan para pahlawan permainan dengan orang-orang Homer, atau mintalah siswa menulis tentang permainan tersebut. Ini akan menyenangkan dan produktif bagi Anda berdua.

5. Pimpin dengan Contoh

Biarkan murid Anda tahu bahwa Anda pernah menjadi siswa juga. Tidak apa-apa berbagi bahwa Anda telah berjuang kadang-kadang juga. Bagikan contoh yang sesuai dari pengalaman belajar Anda sendiri. Jika Anda mengalami rintangan selama sesi berlangsung, timbal dengan menunjukkan kepada siswa cara mengatasinya. Contoh: Anda mungkin berkata, “Saya juga tidak tahu kata itu, kapan hal itu terjadi, saya mengeluarkan kamus saya dan mencarinya. Mari kita lakukan bersama-sama.”

Kiat Cepat untuk Tutor
Kenali tutee Anda. Santai dan nikmati dirimu. Ingat Anda ingin membangun lingkungan yang ramah dan nyaman sambil tetap profesional.

Sabar. Anda mungkin harus membahas materi lebih dari sekali, tapi jangan berkecil hati. Ingat, beri waktu pada siswa untuk memikirkan pertanyaan dan masalah sebelum memberi jawaban yang benar.

Jadilah tepat waktu dan bawa semua bahan yang diperlukan.
Berikan banyak pujian. Saat siswa melakukannya dengan baik, katakan pada mereka. Jadilah spesifik tentang pujian. (Pekerjaan bagus dengan persamaan itu!)
Akui saja jika Anda tidak tahu jawabannya. Kami tidak mengharapkan Anda untuk mengetahui segalanya. Jika Anda membuat kesalahan, akuilah itu. Anda bisa merujuk siswa ke instruktur / TA, atau mencoba mencari jawabannya sebelum sesi les berikutnya.

Mendengarkan. Berikan perhatian penuh pada para siswa. Secara aktif dengarkan apa yang mereka katakan, lalu ucapkan kata-kata yang mereka katakan. Ini menunjukkan ketertarikan Anda pada proses belajar siasat.
Memberitahu.

Jadikan belajar menarik. Gunakan berbagai cara untuk menjelaskan materi dan tunjukkan antusiasme Anda. Cobalah untuk membuat materi lebih relevan dengan kehidupan tutee. Lihatlah apakah Anda dapat menyajikan berbagai hal dalam perspektif yang berbeda, kemudian dipresentasikan di kelas.

Hindari bertanya “ya” dan “tidak”. Mereka tidak membantu siapapun. Alih-alih “Apakah Anda mengerti fotosintesis apa?” Katakan “Jelaskan prosesnya.”

Menentukan tujuan. Ini adalah ide bagus untuk menetapkan sasaran untuk setiap sesi. (Sesi ini akan mencakup X dan Y.) Juga, menetapkan tujuan jangka panjang. (Dengan ujian berikutnya Anda akan bisa melakukan X, Y, Z). Hal ini membuat tutee terfokus dan pada tugas.

Memperkuat perilaku positif. Perilaku yang pahala cenderung diulang.
Balik Kembali Pertanyaan Apa pendapatmu tentang itu? Atau bagaimana Anda akan mendekati itu?
Ajukan pertanyaan yang bisa dijawab tutee dan pertanyaan yang lebih sulit.
Tunjukkan kegembiraan Anda tentang materi.

Ingat privasi tutee Anda. Jangan mendiskusikan masalah tutee Anda dengan siswa lain atau dengan instruktur kecuali jika Anda bertanya kepada si tutee terlebih dahulu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *