Sri Mulyani: Kesepakatan Besar RI-Freeport Bakal Tercapai Sebelum 2018

Sri Mulyani: Kesepakatan Besar RI-Freeport Bakal Tercapai Sebelum 2018

Menteri Keuangan (Menkeu)  Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa kesepakatan untuk membeli saham pengendali Freeport dapat diselesaikan pada akhir tahun 2017 ini.

Pada bulan Agustus tahun ini, perusahaan tambang Amerika Serikat (AS) Freeport McMoRan sepakat untuk menjual 51 persen saham di tambang Grasberg Papua dengan imbalan mendapatkan izin untuk mengoperasikan tambang tembaga tersebut sampai tahun 2041.

Kesepakatan itu dilakukan untuk mengakhiri kemarahan masyarakat di Tanah Air, karena penguasaan asing atas aset tambang terbesar Indonesia, yang juga merupakan aset tambang terbesar kedua dunia.

Sri Mulyani mengungkapkan bahwa menurutnya kesepakatan tersebut telah dilakukan dan dapat dilaksanakan sebelum tahun 2018.

“Saya berpikir kami akan akan terus berusaha semaksimal mungkin agar dapat dilaksanakan lebih cepat, tapi kami juga akan melalukan yang terbaik dan saya pikir komunikasi yang kami lakukan sudah bagus,” kata Sri Mulyani di Washington D.C pada Rabu (11/10/2017) waktu setempat.

Mengenai angka 51 persen yang disetujui pemerintah Indonesia untuk membeli saham Freeport, dirinya mengatakan bahwa hal itu menjadi titik awal yang adil.

“Saya benar-benar percaya bahwa kedua belah pihak memiliki niat dan kemauan yang kuat untuk menghasilkan kesepakatan yang baik, yang menguntungkan masyarakat Indonesia dan Freeport itu sendiri” jelas Sri Mulyani.

Sebagai bagian dari kesepakatan, Freeport-McMoran juga akan membangun smelter kedua di Tanah Air dan berencana menginvestasikan antara 17 miliar dollar AS atau Rp 229,5 triliun dan 20 milliar dollar AS atau setara dengan Rp 270 triliun (13.500 rupiah per dollar AS) pada 12 Oktober 2017.

Sumber: kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *