Memahami Obat untuk Vertigo Secara Medis

Memahami Obat untuk Vertigo Secara Medis

Obat untuk vertigo secara umum digunakan untuk mengatasi efek linglung yang muncul dan menghentikan sensasi berayun atau berputar. Secara medis, obat untuk vertigo sendiri terbagi dalam beberapa jenis yang bekerja dengan sistem masing-masing. Dan pada kesempatan ini kami akan mencoba menjelaskan apa saja obat untuk vertigo secara medis dan bagaimana cara kerjanya baca juga

Apa Penyebab Vertigo?

Sebelumnya kita coba pahami dulu sekilas mengenai bagaimana vertigo bisa terjadi. Vertigo muncul ketika adaptasi kepala tidak seimbang dengan sinyal yang muncul. Otak memiliki keterbatasan dalam menerima sinyal-sinyal yang masuk, termasuk sistem keseimbangan tubuh.

Ketika sinyal antara titik keseimbangan kanan dan kiri berbeda, ketika sistem syaraf pada otak tidak menyampaikan sinyal secara seimbang dan ketika daya tangkap sistem syaraf pusat menurun, di saat itulah terjadi kesulitan untuk adaptasi dan akhirnya menyebabkan kebingungan respon. Otak tidak bisa mengatur keseimbangan sebagaimana mestinya dan akhirnya terjadilah vertigo.

Pada kondisi serangan sistem neurotransmitter juga mengalami gangguan sehingga mengalami respon salah terhadap situasi sekitar. Ini penyebab kadang mata seperti bergerak sendiri tanpa diperintah, penglihatan yang seperti berputar sampai efek seperti berada di dalam ayunan atau kapal.

Lalu, bagaimana tindakan secara medis terhadap serangan vertigo? Meski vertigo sendiri bisa jadi merupakan gejala dari sebuah penyakit dalam sistem keseimbangan dan syaraf pusat, secara medis terdapat beberapa obat untuk vertigo yang berfungsi meredakan gejala, menekan kesalahan respon dan menekan sensasi yang muncul. Adapun beberapa obat untuk vertigo tersebut adalah:

  1. Flunarizin

Obat ini adalah antagonis kalsium. Dalam sistem neurotransmitter, terdapat fungsi ion Ca yang membantu kerja sistem antar subtransmitter dalam otak. Neurotransmitter ini menjadi penghantar sinyak sekaligus penghantar perintah. Dan Flunarizin ini justru menurunkan ion Ca dalam transmitter sehingga respon yang salah bisa ditekan dan menurunkan gejala limbung.

  1. Prochlorperazine

Obat ini berfungsi menekan senyawa dopamine dalam otak. Kebanyakan orang mengenal dopamine sebagai hormone yang memacu rasa senang dan puas. Namun dopamine juga berperan besar dalam kemunculan vertigo karena dopamine memuluskan perintah sensasi limbung dari otak tengah. Menurunkan kadar dopamine akan membantu menghambat penghantaran peritah tersebut.

  1. Dimenhidrinat

Tak banyak yang tau kalau dimenhidrinat adalah kandungan utama dari obat antimo atau obat anti mabuk perjalanan. Dimenhidrinat ini sebenarnya antihistamin, atau obat anti alergi. Namun tentu saja bekerja dengan sistem yang berbeda dengan antihistamin biasa untuk gatal. Histamin adalah sejenis protein yang muncul ketika tubuh menemukan benda asing yang perlu dilawan.

Efek histamin adalah pembengkakan pembuluh darah, pemunculan sel darah putih dan kadang bisa berarti reaksi tak umum seperti peningkatan asam lambung atau reaksi syaraf yang tak lazim seperti limbung dan vertigo atau kondisi kolinergik. Dan di sini dimenhidrinat bekerja sebagai anti histamine yang juga berfungsi sebagai anti kolinergik sehingga efektif melawan vertigo, terutama vertigo perifer.

  1. Betahistin

Sebenarnya serupa dengan sistem antihistamin namun dengan cara kerja yang berbeda. Di sini fungsi utamanya tetap sebagai pelawan sensasi limbung akibat reaksi salah otak terhadap rangsangan. Namun focus pengobatan pada pelebaran pembuluh darah hingga melancarkan kembali pembuluh darah halus dalam sistem keseimbangan dan membantu menekan transmitter untuk tidak memerintahkan sensasi limbung.

4 jenis obat untuk vertigo tersebut biasanya diberikan pihak medis sesuai dengan kondisi dan kebutuhan pasien. Sehingga akan lebih bijak untuk berkonsultasi terlebih dulu dengan pihak medis sebelum memutuskan obat mana yang akan Anda konsumsi untuk mengatasi vertigo.