Masjid Raya Sulaiman Turky

Masjid Raya Sulaimaniah yaitu masjid kekaisaran Ottoman yang terdapat di Bukit Ke-3 dari Istanbul, Turki. Ini yaitu masjid paling besar ke-2 di kota ini, serta satu diantara panorama paling populer di Istanbul.

Masjid Sulaiman, dibuat diatas ordo Sultan Süleyman (Süleyman the Magnificent), mujur dapat memakai kemampuan jenius arsitektur Mimar Sinan (481 Kebiasaan serta Pertemuan : Histori Global Brief). Pekerjaan konstruksi diawali pada th. 1550 serta masjid usai pada th. 1557.

Kompleks keagamaan yang luas ini dimaksud Masjid Sulaiman… menggabungkan unsur-unsur arsitektural Islam serta Bizantium. Ia memadukan menara-menara setinggi serta ramping dengan bangunan kubah besar yang di dukung oleh 1/2 kubah bergaya gereja Bizantium Hagia Sophia (yang dipakai oleh beberapa orang Utsmani untuk masuk ke masjid Aya Sofya) (481 Kebiasaan serta Pertemuan : Histori Global Brief).

Design Masjid Sulaiman juga memainkan representasi self-conscious Suleyman mengenai dianya jadi ‘ Solomon ke-2 ‘. Ini mengacu pada Kubah Batu, yang dibuat diatas tempat Kuil Sulaiman, dan kebanggaan Juicetinianus sesudah selesainya Hagia Sophia : Salomo, saya sudah melampaui Anda! 1 Masjid Sulaiman, sama dengan kemegahan pada susunan terlebih dulu, menyatakan perlunya histori Suleyman. Strukturnya memiliki ukuran lebih kecil dari arketipe yang lebih tua, yakni Hagia Sophia.

Tembakan udara eksterior dari  Masjid Sulaiman, 1903. Arsip Museum Brooklyn, Koleksi Arsip Goodyear
Masjid Sulaiman dirusak oleh api pada th. 1660 serta dipugar oleh Sultan Mehmed IV. Sisi dari kubah roboh sekali lagi sepanjang gempa th. 1766. Perbaikan setelah itu mengakibatkan kerusakan apa yang tersisa dari dekorasi asli Sinan (pembersihan beberapa waktu terakhir tunjukkan kalau Sinan melakukan eksperimen terlebih dulu dengan warna biru, sebelumnya merubah warna menguasai dominan kubah).

Sepanjang Perang Dunia I halaman itu dipakai jadi depot senjata, serta saat sebagian amunisi terbakar, masjid itu alami kebakaran beda. Tidaklah sampai th. 1956 itu seutuhnya dipulihkan sekali lagi.

Pembangunan jembatan metro Halic pada th. 2013 sudah merubah dengan tidak lumrah pandangan masjid dari utara. 2

Halaman
Seperti masjid kekaisaran yang lain di Istanbul, masjid tersebut didahului oleh halaman monumental (avlu) di bagian baratnya. Halaman di Masjid Sulaiman yaitu kemegahan mengagumkan dengan peristyle bertautan dengan kolom marmer, granit serta porfiri. Di empat pojok halaman ada empat menara, satu nomor cuma diperbolehkan ke masjid yang dianugerahi sultan (pangeran serta putri dapat membuat dua menara, yang beda cuma satu). Menara itu mempunyai keseluruhan 10 galeri (serif), yang menurut kebiasaan tunjukkan kalau Suleiman I yaitu Sultan Ottoman ke-10.

Kubah masjid paling utama yaitu 53 mtr. (174 kaki) tinggi serta mempunyai diameter 27, 5 mtr. (90, 2 kaki). Ketika dibuat, kubah itu yaitu yang teratas di Kekaisaran Ottoman, apabila diukur dari permukaan laut, tetapi masih tetap lebih rendah dari basis serta diameternya lebih kecil daripada Hagia Sophia.

Interior

Interior Masjid Sulaiman.
Sisi dalam masjid ini memiliki ukuran nyaris empat persegi, lebar 59 mtr. serta lebar 58 mtr., membuat satu ruangan besar. Kubah ini diapit oleh semi-kubah, serta ke utara serta selatan lengkungan dengan tympana jendela -filled, di dukung oleh monolit porfiri besar. Sinan mengambil keputusan untuk membuat inovasi arsitektural radikal untuk menutupi penopang utara-selatan besar yang diperlukan untuk mensupport dermaga pusat ini. Dia memasukkan penopang ke dinding bangunan, dengan 1/2 memproyeksikan kedalam serta 1/2 memproyeksikan ke luar, serta lalu sembunyikan projectsi itu dengan membuat galeri bertautan. Ada galeri tunggal didalam susunan, serta galeri dua lantai diluar.

Dekorasi interiornya halus, dengan pemakaian genteng Iznik yang begitu teratasi. Mihrab marmer putih serta mimbar juga sederhana dalam disain, serta kayu teratasi, dengan design sederhana pada gading serta ibu mutiara.

Seperti masjid kekaisaran yang lain di Istanbul, Masjid Masjid Sulaiman didesain jadi külliye, atau kompleks dengan susunan yang berdekatan untuk melayani keperluan religius serta budaya. Kompleks aslinya terbagi dalam masjid tersebut, satu rumah sakit (darüşşifa), sekolah basic, pemandian umum (hamam), satu Caravanserai, empat sekolah Alquran (medrese), satu sekolah spesial untuk evaluasi hadits, satu perguruan tinggi kedokteran, serta Satu dapur umum (imaret) yang menghidangkan makanan untuk orang miskin. Banyak dari susunan ini masih tetap ada, serta sisa imaret saat ini jadi restoran populer.

Di taman belakang masjid paling utama ada dua mausoleum (türbe) termasuk juga makam Sultan Suleiman I, istrinya Hürrem Sultan (Roxelana) serta putri mereka Mihrimah Sultan. Sultan Suleiman II, Ahmed II dan Saliha Dilaşub Sultan serta Safiye Sultan (wafat th. 1777), putri Mustafa II, dimakamkan disini.

Pas diluar tembok masjid, di samping utara ada makam arsitek Sinan.

Leave a Reply