Masjid Mimar Sisan Turkey

Kubah Masjid ditumpuk menawan, hingga ke langit, serta menara pensil yang menjulang serta ramping mencirikan arsitektur masjid Ottoman. Sebagian masjid, bagaimanapun, dengan visual menarik serta dengan arsitektural perlu karna Kompleks Selimiye di Edirne dibuat oleh arsitek Utsmaniyah yang paling besar, bila bukanlah satu diantara arsitek paling hebat yang sempat ada : Sinan.

Edirne
Komplek Selimiye terdapat di Edirne serta bukanlah ibu kota, Istanbul. Dibuat oleh Sultan Selim II, putra Süleyman yang Agung, pada th. 1568 serta 1574. Edirne yaitu satu diantara kota favorite Selim II. Dia diletakkan disini jadi pangeran waktu ayahnya berkampanye di Persia pada th. 1548 serta dia nikmati berburu di pinggir kota.

Kompleksnya begitu besar. Ukurannya 190 x 130 mtr. (atau lebih dari panjang dua lapangan sepak bola) serta terbagi dalam satu masjid, dua madrasah persegi simetris (satu diantaranya berperan jadi perguruan tinggi untuk pelajari hadits, atau kebiasaan Nabi Muhammad), serta Ada jejeran toko (arasta) serta satu sekolah untuk pelajari pembacaan Al Quran yang ada di samping barat serta ditambahkan pada saat pemerintahan Sultan Murad III, yang pemerintahannya ikuti Selim II. Peluang menambahkan ini direncanakan oleh Sinan.

Masjid
Ruangan doa masjid nyaris persegi didekati lewat halaman memiliki loabel, membuat blok tengah persegi panjang yang kompleks. Pendekatan ke façade utara masjid (diatas) begitu dramatis : gerbang sejajar dari dinding luar serta halaman depan memusatkan mata ke atas menuju Kubah Masjid, yang dapat juga diliat dari terlalu jauh.

Kubah Masjid ethereal itu terlihat tidak berbobot waktu mengapung diatas aula sholat. Semuanya feature arsitektur tersebut di bawah Kubah Masjid grand ini. Kubah Masjid itu terdapat di delapan muqarnas-corbelled squinches yang pada gilirannya di dukung oleh delapan dermaga besar.

diagram

Muqarnas yaitu bentuk dekoratif beberapa sisi yang dengan bertukaran menonjol serta reses serta yang umumnya dipakai dalam arsitektur Islam untuk menjembatani titik transisi – dalam masalah ini, basic Kubah Masjid yang luas diatas serta dermaga ramping di bawahnya. Cermati kalau muqarnas mengambil langkah ke luar, itu naik, membuat dampak yang corbelled, serta sangat mungkin ruang yang lebih terbuka berikut ini. Squinches yaitu support arsitektur, dihiasi oleh muqarnas, transisi dari Kubah Masjid hingga ke delapan dermaga.

Mereka membiarkan basic pijar Kubah Masjid untuk gabung dengan oktagon yang dibuat oleh dermaga. System penopang eksterior yang kompleks mensupport dermaga timur serta barat serta lakukan beberapa besar pekerjaan untuk menahan beban Kubah Masjid besar. Penopang ini berseni tersembunyi diantara eksterior porticos serta galeri. Di pedalaman, galeri isi ruangan diantara dinding serta dermaga. Dinding kiblat (dinding yang menghadap Mekah) memproyeksikan lebih jauh sekali lagi mengutamakan keterbukaan ruangan interior. Sinan betul-betul pergi dari dinding monitor serta mensupport 1/2 kontraktor Kubah Masjid yang dipekerjakannya dalam design awalannya untuk Kompleks Süleymaniye di Istanbul.

Peletakan basis muzzin (müezzin mahfili), dibawah pusat Kubah Masjid begitu tidak umum. Dari basis ini, beberapa muzzin yang memimpin sholat, bernyanyi pada jemaat. Gülru Necipoğlu, seseorang sejarawan seni Ottoman terpenting, sudah memperbandingkan penempatannya dengan altar gereja atau ambo, satu stand yang di besarkan untuk pembacaan Alkitab di satu gereja. Dia mencatat kalau sesaat inovasi ini mengganggu ruangan dibawah Kubah Masjid, ini mencerminkan ketertarikan Sinan untuk melampaui arsitektur Kristen. Tempat basis juga membuat kesejajaran vertikal persegi, sisi delapan, serta lingkaran, dengan memakai geometri untuk mengacu pada lingkungan duniawi serta surgawi.

Penampilan aslinya dari dekorasi interior berlainan dengan yang kita saksikan saat ini. Interior sudah dicat lagi sepanjang beratus-ratus tahun serta dipulihkan dengan luas di era ke-20. Tetapi, ubin Iznik poliester yang brilian, simbol hiasan Ottoman, serta motifnya termasuk juga ikonografi seperti daun saz serta awan China, beberapa besar tidak tersentuh mulai sejak era ke-16.

Dampak Program epigrafi masjid-prasasti-prasasti itu, diperkembang sesudah kekalahan dahsyat kalau armada Ottoman menanggung derita di Lepanto pada th. 1571 melawan angkatan laut Liga Suci Kristen. Kerugian ini menghindar ekspansi Utsmaniyah di selama pantai Eropa di Laut Tengah. Prasasti masjid fokus pada ketidaksamaan mendasar pada Islam serta Kristen – terlebih kalau Allah (Allah) tidak bisa dibagi serta kalau nabi Muhammad yaitu utusan manusia Allah. Bagian-bagian spesifik dari Hadis dimasukkan untuk mengutamakan tempat Muhammad jadi utusan baik serta pendoa syafaat.

Gagasan mesjid yang terpadu serta terpadu ini pas dengan susun volume diatas eksterior. Tidak seperti banyak masjid Ottoman terlebih dulu serta gereja Bizantium awal, Hagia Sophia (lalu masuk masjid serta saat ini jadi museum), eksteriornya terang bukanlah satu renungan artistik tetapi cangkang arsitektur yang anggun yang perlu untuk keseluruhnya komposisi. Peletakan menara pensil di empat pojok ruangan doa memusatkan perhatian pada volume Dome. Polikrom eksterior terbagi dalam batu yang digabung dengan batu bata yang lengkapi volume geometris yang memastikan bentuk eksterior bangunan.

Bentuk sisi delapan Kubah Masjid itu mungkin saja di pengaruhi oleh makam Öljeitü di Soltaniyeh, yang diliat Sinan waktu ada di kampanye Baghdad Süleyman. Makam itu mempunyai Kubah Masjid sisi delapan besar memiliki ukuran 25 mtr., yang disuatu saat dikelilingi oleh delapan menara, yang bisa kita saksikan bergema di Edirne. Kubah Masjid Sinan, memiliki ukuran lebih dari 31 mtr., semakin besar daripada Hagia Sophia. Arsitek itu menginginkan menyanggah klaim kalau tak ada arsitek yang dapat menandingi Hagia Sophia. Selim II mendanai projectnya dengan barang rampasan yang di ambil dari kampanye Ottoman melawan Siprus, satu pulau Kristen. Sinan berupaya membuat satu monumen untuk Sultan yang mengekspresikan kemenangan Islam. Prestasinya – membuat satu masjid yang melampaui Hagia Sophia – dikenali selekasnya sesudah masjid usai dibuat. Evliya Çelebi, seseorang penulis era ke 17 yang banyak melancong melewati Kekaisaran Ottoman

Mimar Sinan yaitu product dari Devşirme, satu praktek otoritas Ottoman dari era ke-14 hingga awal era ke-8 belas, dimana orang muda memiliki bakat serta memiliki bakat dibawa dari keluarga mereka untuk bertugas di militer atau dinas sipil. Sinan yaitu anak lelaki seperti itu ; Dia bertugas sepanjang kampanye Süleyman, belajar tehnik serta perang pengepungan sebelumnya jadi satu diantara arsitek besar histori.

Leave a Reply