Guernsey, Surga Pajak Tempat 81 WNI Simpan Rp 18,9 Triliun

Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) mengumumkan 81 WNI memindahkan uang dari Standard Chartered di Guernsey (Inggris) ke Singapura. Transfer yang terjadi pada akhir 2015 itu sebesar US$ 1,4 miliar atau setara dengan Rp 18,9 triliun.

Lantas, kenapa 81 WNI itu menaruh uangnya di Guernsey?

“Guernsey merupakan yuridiksi protektorat Inggris yang pada awalnya kerap dikategorikan sebagai tax haven,” terang Pengamat Pajak dari Darussalam, DDTC, saat dihubungi di Jakarta.

Menurut Darussalam, Guernsey masuk kategori tax haven lantaran tidak menerapkan PPN, inheritance tax, capital gain tax dan sebagainya. Bahkan, tarif PPh orang pribadinya adalah flat 20% dan tarif PPh badannya 0%.

“Tidak mengherankan jika Guernsey dicap sebagai negara tax haven oleh berbagai pihak,” jelas Darussalam.

Dia menambahkan, suatu wilayah atau negara disebut tax haven berdasarkan dua kategori. Pertama, menerapkan kerahasian bank yang sulit ditembus. Kedua, memberikan fasilitas pajak yang menarik, misalnya tarif rendah atau bebas pajak.

Direktur Eksekutif Center for Indonesian Taxation Analysis, Yustinus Prastowo, menyatakan Guernsey merupakan salah satu tax haven di dunia.

“Iya sebagai tax haven, dekatnya ada Jersey dan keduanya si Channel Island,” kata Prastowo.

Prastowo menjelaskan, tax haven sering disebut juga tax heaven atau surga pajak. Tax haven sebenarnya lebih tepat diterjemahkan suaka pajak, yaitu perlindungan dari pengenaan pajak.

Menurut Prastowo, tax haven lahir sebagai konsekuensi meningkatnya tarif pajak. Istilah ini pertama kali muncul ketika banyak wajib pajak di Inggris memindahkan kekayaannya untuk menghindari pajak.

Pasca Perang Dunia I kebutuhan biaya akibat dari kehancuran ekonomi pasca perang mendorong negara-negara untuk menaikkan tarif pajak supaya pendapatan negara meningkat. Tarif pajak pada 1924 bahkan mencapai 72%. Sejak saat itulah tax haven lahir dan tiga kota di Swiss, yaitu Jenewa, Zurich, dan Basel, menjadi pusat penghindaran pajak yang aman.

Prastowo menambahkan bahwa secara umum tax haven didefinisikan sebagai suatu negara atau wilayah yang mengenakan pajak rendah atau sama sekali tidak mengenakan pajak dan menyediakan tempat yang aman bagi simpanan untuk menarik modal masuk.

Sumber: detikFinance

Leave a Reply